Duduk termangu di sebuah kafe sambil menatap ke sebuah acara yang sedang diselenggarakan oleh sebuah perusahaan besar. Datang sedikit demi sedikit orang mengenakan jeans dan kaos serta membawa tas ransel, ada beberapa orang yang datang membawa kamera dan handycam, dari gayanya menunjukkan bahwa mereka adalah para wartawan. Acara segera dimulai dan lama kelamaan semakin banyak para wartawan yang hadir.
Mereka nampak sibuk mengikuti acara tersebut,namun sebagian ada yang sambil mengetik dan sebagian ada yang sambil mengobrol dan makan.
Selang beberapa waktu kemudian setelah acara dimulai, nampak perhatian para wartawan beralih ke sebuah meja yang tadinya dijadikan meja registrasi untuk para wartawan tersebut. Mereka mengerebuti meja tersebut dan nampaknya mereka sedang memperebutkan sesuatu, entah apa. Tapi nampak dari kejauhan bahwa mereka sepertinya sedang memperebutkan sebuah goody bag yang dibagikan oleh panitia. Sempat berpikir, apakah kiranya isi goody bag tersebut, mengapa mereka begitu antusias sekali untuk mendapatkan goody bag tersebut sampai para panitia terlihat begitu kewalahan untuk melayani mereka?
Selidik punya selidik, ternyata isi goody bag tersebut hanyalah sebuah notes dan pulpen. Saya semakin heran dengan kelakuan mereka, saya mengira isi dari goody bag tersebut adalah sesuatu yang sangat berharga sehingga sangat layak untuk diperebutkan. Saya tidak mengatakan bahwa notes dan pulpen itu tidak berharga, namun melihat dari cara mereka berebutan, seakan-akan mereka sedang memperebutkan sembako atau bahkan uang senilai jutaan rupiah..
Setelah acara selesai saya beranjak dari tempat duduk saya dan berjalan mendekati tempat acara tersebut, sesaat saya melewati kerumunan orang. Ternyata para wartawan tersebut sedang mengerumuni seorang wanita yang mengenakan pakaian bertuliskan "panitia". Lalu saya semakin tertarik untuk mendekati kerumunan tersebut. Ternyata para wartawan tersebut sedang meminta "amplop" dari wanita tersebut, saya mendengar wanita itu berkata bahwa pihaknya tidak menyediakan "amplop" untuk para wartawan, namun nampaknya para wartawan itu tidak percaya terhadap wanita itu sehingga mereka terus-terusaan mengejar wanita tersebut, dan saya mendengar ada salah seorang wartawan yang mengatakan "kalau bohong dosa looh mba" kepada wanita itu. Lalu wanita itu berkata "iya ibu, saya paham kalau bohong itu dosa". Lalu akhirnya bubarlah kerumunan itu.
Karena rasa penasara saya akhirnya saya sempatkan untuk mengajak ngobrol wanita itu dan menanyakan ada apa sebenarnya terjaadi, lalu wanita itu menjelaskan kejadiannya kepada saya. Wanita itu mengatakan bahwa sebagian dari wartawan yang hadir adalah wartawan tanpa surat kabar atau lebih dikenal dengan sebutan "wartawan bodrex", yang tujuan utamanya menghadiri sebuah acara adalah untuk mendapatkan uang dari si penyelenggara acara.
Saya jadi berpikir dan penasaran, apa pekerjaan mereka sebenarnya? Apa yang mereka lakukan disaat mereka tidak mendapatkan uang dari sebuah acara atau tidak ada acara yang sedang dilaksanakan pada hari itu? Who they really are???